Senin, 27 Juni 2011

Makanan dan Minuman yang Mengandung Bahan Kimia



Setiap hari kita pasti membutuhkan makanan dan minuman, seperti karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi, protein untuk pembentukan sel-sel yang rusak, vitamin, mineral dan air sebagai penyeimbang tubuh kita ketika beraktivitas. Namun, kita harus cermat dalam hal memilih makanan dan minuman. Hampir semua makanan dan minuman yang kita jumpai saat ini tidak lepas dari bahan kimia, yaitu zat aditif. Makanan yang sehat bukan dilihat dari bentuk, warna, bau dan rasa, tetapi dari zat yang terkandung didalamnya. Saat ini memang jarang kita melihat makanan dan minuman tanpa bahan kimia.
Saat ini banyak produsen-produsen makanan dan minuman yang menggunakan bahan kimia untuk mendapatkan keuntungan. Hal itu dilakukannya untuk membuat makanan dan minuman yang mereka produksi menarik perhatian konsumen. Sebagai konsumen produk makanan dan minuman, kita harus teliti dalam memilih mana makanan dan minuman yang baik dikonsumsi dan mana makanan dan minuman yang tidak baik dikonsumsi. Produsen makanan dan minuman mengetahui benar kelemahan konsumen yang sering tergoda dengan penampilan makanan dan minuman. Mulai dari bentuk, warna, bau dan rasa. Bukan hanya empat faktor itu saja. Terkadang konsumen juga lebih memilih makanan dan minuman siap saji. Menurut mereka makanan dan minuman cepat saji itu lebih efisien dan tidak merepotkan. Kita tidak perlu memeras susu sapi hanya untuk kita minum. Kita cukup membeli susu sapi siap saji di supermarket. Kita juga tidak perlu susah-susah membuat bumbu nasi goreng. Kita cukup membeli bumbu nasi goreng di supermarket. Segalanya mudah dengan adanya makanan dan minuman siap saji. Kita hanya tergiur oleh kesenangan sesaat dan lupa akan dampak dari makanan dan minuman yang kita santap. Di belakang kemasan makanan dan minuman sudah dicantumkan bahan-bahan kimia yang digunakan. Meskipun masih ada saja yang menutupinya. Komposisi itu jarang kita lihat. Walaupun kita melihat, hanya kekhawatiran sesaat yang kita rasakan. Seterusnya kita tetap menyantapnya. Rasanya yang bervariasi, bentuknya yang lucu, warnanya yang berbau kelezatan, menggoyahkan hati kita untuk segera membelinya.
Selain pada produsen-produsen makanan dan minuman cepat saji, pedagang-pedagang makanan dan minuman juga patut diteliti. Es campur yang biasa kita santap juga ada yang mengandung bahan kimia, seperti zat pewarna dan pemanis buatan. Jarang pedagang es campur yang menggunakan gula asli sebagai pemanisnya dan daun pandan sebagai pewarna alaminya. Pedagang-pedagang tersebut memilih zat pemanis buatan daripada gula karena harga gula lebih mahal. Pedagang rugi apabila mereka menggunakan gula asli. Pedagang-pedagang itu lebih mengutamakan keuntungan yang mereka peroleh daripada dampak dari bahan olahannya terhadap konsumen yang membelinya. Jarang kita menemukan pedagang-pedagang yang tidak menggunakan bahan kimia. Bahkan kini banyak pedagang makanan dan minuman yang pintar menutupi bahwa makanan dan minuman yang mereka olah mengandung bahan kimia. Banyak tulisan-tulisan “Bakso Sehat Bebas Formalin dan Boraks”. Banyak konsumen yang terkecoh dengan tulisan tersebut. Pedagang-pedagang saat ini itu lebih pintar dari konsumen. Maka dari itu, kita sebagai konsumen juga harus lebih pintar dari pedagang.
Ini juga peringatan untuk ibu-ibu rumah tangga yang biasa memasak makanan untuk keluarganya. Ibu rumah tangga biasanya lebih sering menggunakan bumbu-bumbu siap saji, seperti bumbu penyedap rasa sapi atau ayam. Pada bumbu penyedap tersebut terkandung zat aditif, yaitu MSG. Bukan hanya MSG saja. Ada juga zat pewarna dan lain-lain. Masakan yang tadinya sehat dan alami, zat yang terkandung didalamnya pun berubah. Ibu-ibu rumah tangga memang harus cermat dalam membuatkan masakan pada keluarganya.
“Makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia, yaitu zat adiktif dibagi menjadi 4 bagian zat. Adapun 4 zat tersebut, antara lain :
·         zat pewarna     : tartazine, sunset yellow, ponceau 4R dan lain-lain.
·         zat pemanis      : siklamat, sakarin aspartam dan lain-lain.
·         zat pengawet    : formalin, boraks, kalium asetat dan lain-lain.
·         zat penyedap    : monosodium glutamate dan lain-lain.” (http://sdmgbpp.blogspot.com/)
Setiap hari kita pasti membutuhkan makanan dan minuman, seperti karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi, protein untuk pembentukan sel-sel yang rusak, vitamin, mineral dan air sebagai penyeimbang tubuh kita ketika beraktivitas. Namun, kita harus cermat dalam hal memilih makanan dan minuman. Hampir semua makanan dan minuman yang kita jumpai saat ini tidak lepas dari bahan kimia, yaitu zat aditif. Makanan yang sehat bukan dilihat dari bentuk, warna, bau dan rasa, tetapi dari zat yang terkandung didalamnya. Saat ini memang jarang kita melihat makanan dan minuman tanpa bahan kimia.
Saat ini banyak produsen-produsen makanan dan minuman yang menggunakan bahan kimia untuk mendapatkan keuntungan. Hal itu dilakukannya untuk membuat makanan dan minuman yang mereka produksi menarik perhatian konsumen. Sebagai konsumen produk makanan dan minuman, kita harus teliti dalam memilih mana makanan dan minuman yang baik dikonsumsi dan mana makanan dan minuman yang tidak baik dikonsumsi. Produsen makanan dan minuman mengetahui benar kelemahan konsumen yang sering tergoda dengan penampilan makanan dan minuman. Mulai dari bentuk, warna, bau dan rasa. Bukan hanya empat faktor itu saja. Terkadang konsumen juga lebih memilih makanan dan minuman siap saji. Menurut mereka makanan dan minuman cepat saji itu lebih efisien dan tidak merepotkan. Kita tidak perlu memeras susu sapi hanya untuk kita minum. Kita cukup membeli susu sapi siap saji di supermarket. Kita juga tidak perlu susah-susah membuat bumbu nasi goreng. Kita cukup membeli bumbu nasi goreng di supermarket. Segalanya mudah dengan adanya makanan dan minuman siap saji. Kita hanya tergiur oleh kesenangan sesaat dan lupa akan dampak dari makanan dan minuman yang kita santap. Di belakang kemasan makanan dan minuman sudah dicantumkan bahan-bahan kimia yang digunakan. Meskipun masih ada saja yang menutupinya. Komposisi itu jarang kita lihat. Walaupun kita melihat, hanya kekhawatiran sesaat yang kita rasakan. Seterusnya kita tetap menyantapnya. Rasanya yang bervariasi, bentuknya yang lucu, warnanya yang berbau kelezatan, menggoyahkan hati kita untuk segera membelinya.
Selain pada produsen-produsen makanan dan minuman cepat saji, pedagang-pedagang makanan dan minuman juga patut diteliti. Es campur yang biasa kita santap juga ada yang mengandung bahan kimia, seperti zat pewarna dan pemanis buatan. Jarang pedagang es campur yang menggunakan gula asli sebagai pemanisnya dan daun pandan sebagai pewarna alaminya. Pedagang-pedagang tersebut memilih zat pemanis buatan daripada gula karena harga gula lebih mahal. Pedagang rugi apabila mereka menggunakan gula asli. Pedagang-pedagang itu lebih mengutamakan keuntungan yang mereka peroleh daripada dampak dari bahan olahannya terhadap konsumen yang membelinya. Jarang kita menemukan pedagang-pedagang yang tidak menggunakan bahan kimia. Bahkan kini banyak pedagang makanan dan minuman yang pintar menutupi bahwa makanan dan minuman yang mereka olah mengandung bahan kimia. Banyak tulisan-tulisan “Bakso Sehat Bebas Formalin dan Boraks”. Banyak konsumen yang terkecoh dengan tulisan tersebut. Pedagang-pedagang saat ini itu lebih pintar dari konsumen. Maka dari itu, kita sebagai konsumen juga harus lebih pintar dari pedagang.
Ini juga peringatan untuk ibu-ibu rumah tangga yang biasa memasak makanan untuk keluarganya. Ibu rumah tangga biasanya lebih sering menggunakan bumbu-bumbu siap saji, seperti bumbu penyedap rasa sapi atau ayam. Pada bumbu penyedap tersebut terkandung zat aditif, yaitu MSG. Bukan hanya MSG saja. Ada juga zat pewarna dan lain-lain. Masakan yang tadinya sehat dan alami, zat yang terkandung didalamnya pun berubah. Ibu-ibu rumah tangga memang harus cermat dalam membuatkan masakan pada keluarganya.
“Makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia, yaitu zat adiktif dibagi menjadi 4 bagian zat. Adapun 4 zat tersebut, antara lain :
·         zat pewarna     : tartazine, sunset yellow, ponceau 4R dan lain-lain.
·         zat pemanis      : siklamat, sakarin aspartam dan lain-lain.
·         zat pengawet    : formalin, boraks, kalium asetat dan lain-lain.
·         zat penyedap    : monosodium glutamate dan lain-lain.” (http://sdmgbpp.blogspot.com/)

Minggu, 26 Juni 2011

WHAT IS CRM?



What is CRM? CRM is a Customer Relationship Management. Menurut Bob Thompson (2002), presiden dari Front Line Solutions dalam artikel “What is CRM?”, CRM adalah sebuah strategi bisnis untuk membuat dan menopang untuk jangka panjang, hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan.
Menurut Bose (2004), CRM melibatkan akuisisi, analisis dan menggunakan penge-tahuan mengenai pelanggan untuk menjual lebih banyak barang atau jasa dan melakukannya dengan lebih efisien.
Menurut Amin W. Tunggal (2000), Customer Relationship Management (CRM) adalah CRM didefinisikan sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi. Customer Relationship Management (CRM) adalah suatu jenis Manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan di mata para pelanggannya. Customer Relationship Management (CRM) adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi.

Pentingkah Costumer Relationship Management itu?

CRM memang penting. Customer Relationship Management ( CRM ) memberikan suatu keuntungan atau nilai bagi perusahaan tersebut. Customer Relationship Management (CRM) membantu perusahaan dalam mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang sejarah pelanggan, apa saja yang menjadi kesenangannya, apa saja keluhannya bahkan data-data lain untuk mengira-ngira apa yang akan pelanggan inginkan di masa yang akan datang. Bukan lagi mitos bahwa mereka adalah raja. Namun disinilah pelanggan adalah Raja. Pengusaha menyadari bahwa tidak hanya cukup dengan memuaskan dan menyenangkan mereka, tetapi juga membangun hubungan yang memberikan mereka keuntungan. Rasa nyaman dan keakraban terjalin sehingga pelanggan tidak bosan dengan pelayanan perusahaan tersebut. Pelanggan pun tidak akan segan-segan untuk kembali.

Apa yang bisa dihasilkan lewat CRM ini?

Ternyata tidak semata-mata memanjakan pelanggan, banyak hal positif lain yang dapat terbantu dengan adanya CRM, antara lain:
1.    Dapat dilakukan analisis mengenai customer berdasarkan kriteria tertentu.
Seperti contoh, jika didapatkan data bahwa mayoritas customer produk X berasal dari batasan usia tertentu, maka dapat dipikirkan inovasi dan produk yang cocok diterapkan yang ditujukan khusus pada costumer dalam batasan usia tersebut.
2.    Informasi costumer dapat disimpan pada sebuah data historikal sehingga memudahkan proses selanjutnya.
Jika ada keluhan dari costumer alangkah baiknya jika operator yang melayani costumer tersebut memiliki data historikal custumet yang bersangkutan, sehingga operator dapat mengetahui apa saja yang pernah dikeluhkan costumer dan proses penyelesainnya.
3.    Dapat menampilkan warning atau reminder.
Memanjakan costumer, merupakan bagian terpenting pada CRM. Coba bayangkan betapa senangnya seorang costumer jika sistem Anda mengucapkan selamat ulang tahun lebih dulu dibandingkan orang lain. Hal tersebut akan sangat membantu dalam kelancaran kegiatan bisnis.

Apa saja komponen CRM itu?

CRM sebenarnya terdiri dari lima komponen. Kelima komponen tersebut yang akan menguntungkan baik bagi pelanggan maupun perusahaan,yaitu:
1.    Strategi
Perusahaan harus cerdas dalam memahami kebutuhan pelanggan. Pelanggan adalah raja bukan sekedar istilah slogan, tapi juga visi costumer centric yang dibarengi taktik yang mendukung.
2.    Proses bisnis
Perusahaan harus menyempurnakan proses bisnis yang selain mendukung penjualan dan menghangatkan hubungan dengan pelanggan, juga memudahkan pelanggan untuk berbisnis dengan mereka.
3.    Informasi
Informasi menyeluruh tentang pelanggan dan segala kegiatannya, akan mampu menggali hasil yang lebih mengesankan.
4.    Organisasi
CRM kerap menjadikan staf perusahaan yang berhubungan dengan pelanggan, sekaligus menjadi tenaga penjualan dan lain sebagainya. Contohnya, bagian layanan pelanggan di call center, selain harus menjawab permasalahan produk, juga harus mampu menawarkan produk dan layanan baru saat pelanggan menelepon.
5.    Teknologi
Software merupakan senjata andalan bagi keempat komponen diatas. Setelah mendefinisikan CRM, mendokumentasikan kebutuhan, dan memasang terget, barulah perusahaan berbicara dengan vendor CRM.

Apa saja keuntungan mengimplementasikan CRM?

Sistem CRM yang efektif harus mampu mendukung proses penjualan dan memangkas biaya operasional. Berikut penjabarannya:
1.    Membantu tim penjualan dalam memahami keinginan pelanggan.
2.    Mengurangi waktu training bagi anggota baru tim penjualan.
3.    Memperbaiki sistem dan prosedur dalam administrasi penjualan.
4.    Informasi dengan cepat dan mudah tersedia dalam beragam perangkat.
5.    Menelusuri aktifitas penjualan dari setiap anggota penjualan.
6.    Memungkinkan perusahaan menawarkan produk yang spesifik sesuai kebutuhan pelanggan.
7.    Mengurangi duplikasi informasi pelanggan
8.    Menyediakan lokasi yang aman untuk menyimpan data penjualan perusahaan.
9.    Menyuguhkan laporan penjualan dengan seketika.

 Apa tujuan perusahaan menggunakan CRM?

CRM pada sistem informasi perusahaan mempunyai tujuan antara lain:
1.   Meningkatkan laba perusahaan dengan cara menggunakan hubungan yang sudah ada antara perusahaan dan pelanggan.
2.   Menciptakan layanan yang memuaskan menggunakan informasi yang teintegrasi.
3.   Menampilkan konsistensi, prosedur, dan proses saluran jawaban.

Apa manfaat perusahaan menggunakan CRM?

          Bagi perusahaan, penggunaan CRM memiliki manfaat yang dapat berpengaruh bagi meningkatnya nilai suatu perusahaan,yaitu:
1.    Meningkatkan loyalitas pelanggan.
Aplikasi CRM memungkinkan perusahaan untuk menggunakan informasi dari semua titik dengan pelanggan, baik melalui via web, call center, ataupun lewat staff pemasaran pelayanan dilapangan.
2.    Mengurangi biaya.
CRM memungkinkan penjualan atau pelayanan dengan biaya lebih murah dalam sebuah program pemasaran yang spesifik dan terfokus.
3.    Meningkatkan efisiesiensi operasional.
Otomasi penjualan dan proses layanan pada perusahaan dapat mengurangi resiko turunnya kualitas pelayanan dan mengurangi beban cashflow.
4.    Peningkatan time to market.
Dengan adanya aplikasi CRM, maka memungkinkan perusahaan membawa produk ke pasar dengan lebih cepat dengan informasi pelanggan lebih baik.
5.    Peningkatan pendapatan.
Dengan aplikasi CRM, perusahaan dapat melakukan penjualan dan pelayanan melalui website, sehingga menghasilkannpeluang yang sangat besar  tanpa perlu menyediakan upaya khusus untuk mendukung penjualan tersebut.

Dari topik pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa dengan adnya CRM pada perusahaan, pelanggan mengharapkan perusahaan lebih mudah mengelola informasi pelanggan, sebagai strategi untuk menciptakan keunggulan yang kompetitif dan supaya menghasilkan keuntungan yang efektif dengan cara memberikan layanan lebih kepada pelanggan secara spesifik.Perusahaan diharapkan dapat mengoptimasi profitability, revenue, costumer satisfaction, dan juga dapat membangun database mengenai pelanggan untuk membangun sebuah hubungan baik antara perusahaan dengan pelanggan.
Maka dari itu, kita harus mengenal apa CRM, bagaimana cara kerjanya, untuk apa CRM itu. Hal itu dilakukan agar SDM dapat menciptakan aplikasi-aplikasi yang mutakhir yang semakin canggih atau semakin tinggi akan teknologi dan dapat lebih memanfaatkan perangkat-perangkat sofware maupun hardware.

Kamis, 12 Mei 2011

Para Pencari Tuhan








Konsep Ketuhanan dalam Islam

Mengenai judul di atas, memang bisa dijadikan topik yang asyik dan patut untuk diperbincangkan...tetapi bukan setajam "SILET"..Beda konsep.....
Dari sekian banyak teman saya, ada salah satu yang memiliki pertanyaan kritis sekali. Dia bertanya, "Tuhan ada dimana sekarang?". Nah, lhoo...dimana Tuhan sekarang??...ada yang bisa jawab??..

Ketika saya mendengar pertanyaan teman saya itu, saya seketika itu juga tertegun, terkejut, terkaget-kaget, terlena..Ooohh, tidak sampai terlena..
Pertanyaan dari teman saya tersebut, hampir sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS., seperti judul "Para Pencari Tuhan".

                       Dalam QS.al-An'am : 76-79 diceritakan, bahwa :
76. "Ketika malam menjadi gelap, ia melihat bintang sembari berkata : Inilah Tuhanku, tetapi tatkala bintang itu tenggelam, ia berkata : Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
77. "Kemudian tatkala Ibrahim melihat bulan terbit, dia bertanya (dalam hati) : Inilah Tuhanku?, tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berujar : Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilahaku termasuk orang-orang yang sesat".
78. "Tatkala Ibrahim melihat matahari terbit, dia berkata : Inilah Tuhanku (sebab) ini lebih besar. Namun, ketika matahari itu tenggelam, ia berkata : Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sekutukan".
79. "Sesungguhnya, aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama-agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan Tuhan".

Minggu, 01 Mei 2011

Bisnis Statistik

Assalammuallaikum warohmatullahi wabarokatuh,
Pada blog kali ini saya akan merangkumkan sebagian kecil dari Bussiness Statistik yang biasa saya dan teman-teman saya katakan Bistik. Kalau di kampus saya mata kuliah Bussiness Statistik atau Bistik ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Bistik 1 dan Bistik 2. Masing-masing bagian itu memiliki 3 sks yang diajarkan satu bagian dalam satu semester. Pada rangkuman ini, saya akan menjelaskan rincian dari bab Statistik Deskriptif, Distribusi Frekuensi dan Grafik, Ukuran Tendensi Sentral, Ukuran Variasi dan . Berikut ini rangkuman dari saya:

Data Deskriptif

Data adalah segala sesuatu yang diketahui/dianggap sesuai dengan maksud pengumpulan data. Agar tujuan pengumpulan data tercapai dengan baik sehingga pengambilan keputusan tidak salah diperlukan data yang baik dengan syarat, sebagai berikut:

Objektif : data sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Representatif : data yang diambil harus bisa mewakili darimana ia berasal.
Standart Error (SE) kecil : kesalahan baku harus kecil.
Up to Date : data yang akurat dan baru.
Relevant : ada hubungan yang terkait antara data yang dikumpulkan dengan maksud pengumpulan data.

Karakteristik data menurut :

Sifatnya :
Data Kuantitatif : data yang terbentuk oleh angka.
Data Kualitatif : data yang tidak terbentuk oleh angka.

Sumbernya :
Data Internal : data yang diperoleh dari dalam.
Data Eksternal : data yang diperoleh dari luar.

Cara Memperoleh :
Data Primer : data yang diambil atau didapatkan dari sumber nya.
Data Sekunder : data yang diambil atau didapatkan dari pihak lain yang biasanya datanya sudah diolah.

Waktu Pengumpulan :
Cross Section : data pada saat tertentu memberikan banyak informasi.
Time Series : data yang menggambarkan perkembangan suatu objek dan waktu ke waktu.

Beberapa Istilah dalam statistika :

Variabel : (disebut juga peubah) sesuatu yang nilainya berubah-ubah, misalnya : hasil penjualan, laba penghasilan, gaji karyawan, dan lain-lain.
Populasi : seluruh objek yang diteliti disimbulkan huruf N.
Sampel : sebagian dari populasi dan disimbulkan dengan huruf n.
Sensus : cara pengambilan data jika setiap seluruh populasi diteliti. Nilai lebih dari sensus adalah hasil yang didapat hasil yang sebenarnya. Kekurangannya dalam proses memperoleh datanya lama dan mahal.
Sampling : cara pengambilan data jika yang diteliti sampelnya saja. Hasil yang didapat cepat dan murah, tetapi hasilnya kurang akurat karena bersifat perkiraan.
Random : cara pengambilan sampel apabila setiap elemen mempunyai kesempatan yang sama.
Non Random : cara pengambilan sampel apabila setiap elemen tidak mempunyai kesempatan yang sama.

Penyajian datanya melalui empat jenis grafik :

Grafik Garis (Line)
Grafik Batang (Histogram)
Grafik Lingkaran (Pre)
Grafik Gambar (Pictogram)

Distribusi Frekuensi dan Grafik

Distribusi Frekuensi adalah suatu cara untuk menyederhanakan data dengan cara membentuk tabel frekuensi yang memiliki kelas interval. Untuk mencari kelas interval dari kumpulan data, yaitu :

K = 1 + 3,322 log n

c= x_(n- x_i )/k

Nilai Tengah (M_i) = (Ba+Bb)/2

Keterangan :

K : kelas interval
N : jumlah frekuensi
C : lebar kelas
x_n :angka pada data terbesar
x_i : angka pada data terkecil
Ba : batas atas
Bb : batas bawah

Grafik yang digunakan :

Grafik Poligon
Grafik Histogram
Grafik Kurva

MEDIAN

Median adalah nilai dalam suatu kelompok data yang terletak persis ditengah data setelah data disusun sedemikian rupa dari terkecil hingga terbesar.
Rumus DATA TUNGGAL : 1/2 (n+1)

Contoh :
Kelompok umur (tahun) : 30, 40, 17, 10, 35
Jawabannya : 10, 17, 30, 35, 40 = 30
Rumus DATA KELOMPOK : Med=Lo+c {(n/2-(∑fi))/fm}
Keterangan :
Lo : nilai Bb yang memuat median (Kelas Sebenarnya)
C : lebar Kelas Interval
n : jumlah data hasil observasi
∑fi : jumlah frekuensi seluruh kelas interval sebelum kelas median
fm : frekuensi kelas median

MODUS (Mod)

Modus (Mode) adalah nilai yang mempunyai frekuensi tertinggi (sering muncul) pada suatu kelompok data.

Contoh DATA TUNGGAL :

Tinggi badan 10 orang mahasiswa sebagai berikut : 150, 160, 155, 162, 160, 165, 170, 180, 183, 175.
Jawabannya : 150, 155, 160, 160, 162, 165, 170, 175, 180, 183 = 160
Rumus DATA KELOMPOK : Mod=Lo+c (f_1/(f_1+f_2 ))

KUARTIL (Q)

Nilai dalam suatu kelompok data setelah data yang terletak pada empat bagian atau seperempat data setelah data disusun sedemikian rupa dari terkecil hingga terbesar.

DESIL (D)

Nilai dalam suatu kelompok data setelah data yang terletak pada sepuluh bagian atau persepuluhan data setelah data disusun sedemikian rupa dari terkecil hingga terbesar.

PERSENTIL (P)

Nilai dalam suatu kelompok data setelah data yang terletak pada seratus bagian atau perseratusan data setelah data disusun sedemikian rupa dari terkecil hingga terbesar.

SKEWNESS

Untuk mengetahui apakah suatu kurva miring kiri, miring kanan atau simetris digunakan 3 cara pendektesian, sebagai berikut :
Cara grafik (gambar 1, 2, 3)
KIRI
KANAN
SIMETRIS

Cara ANALITIS (membandingkan Rerata, Median dan Modus)

KIRI : x ̅ < Med < Mod
KANAN : Mod > Med > x ̅
SIMETRIS : x ̅ = Med = Mod

Menghitung nilai (Coefficient of SKEWNESS)

Ketentuan :

Miring kanan : ■(α_3&>&0)
Simetris : ■(α_3&=&0)
Miring kiri : ■(α_3&<&0)

Rumus : α_3=c^3/σ^3 {1/n∑f_i.d_i^3-3(1/n∑f_i.d_i^2 ).(1/n∑f_i.d_i )+2(1/n∑f_i.d_i ) □(→┴3 )}

KURTOSIS Untuk mengetahui apakah suatu kurva RUNCING/TIDAK digunakan coefficient of KURTOSIS (α_4). Ketentuannya :

α_4>3 : LEPTO KURTIS (runcing)

α_4=3 : MESO KURTIS (sedang)

α_4<3 : PLATY KURTIS (datar)

Rumus : α_4=c^4/σ^4 {1/n∑f_i.d_i^4-4(1/n∑f_i.d_i^3 ).(1/n∑f_i.d_i )+6(1/n∑f_i.d_i^2 ).(1/n∑f_i.d_i ) □(→┴2- 3(1/n∑f_i.d_i ) □(→┴4 )) }

Yang dimaksud dengan kurva normal adalah suatu kurva yang tidak miring kiri maupun kanan (simetris) dan juga tidak tinggi atau rendah (Meso Kurtis), dengan kata lain KURVA NORMAL adalah kurva yang memiliki syarat :


Alpha = α_3 = 0
Alpha = α_4=0

α_3<0 : x ̅ < Med < Mod 
α_3=0 : Mod > Med > x ̅
α_3>0 : x ̅ = Med = Mod

Sabtu, 16 April 2011

Excess and to What Databases?

What do you think of database? I think database is a collection of interrelated data. Relationships between data can be given by the field / column keys from each file / table that exists. In one file or a table of records contained the same type, same size, same shape, which is a uniform set of entities. One record (generally described as rows of data) composed of interconnected field indicates that the field is in one sense a complete and stored in one record.
Dalam bahasa Indonesia, kata database berarti basis data. Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/database database atau basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
Kata database ini berawal dari kata-kata dalam ilmu komputer atau teknologi. Maknanya pun semakin luas dengan memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika. Database dibuat dan diolah menggunakan program komputer yang biasa kita sebut dengan nama Software atau perangkat lunak. Software yang digunakan dinamakan Database Management System (DBMS). Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Sistem Manajemen Basis Data. Dalam database terdapat 12 tipe, yaitu:
1. Operational Database
2. Analytical Database
3. Data Warehouse
4. Distributed Database
5. End-user Database
6. External Database
7. Hypermedia Databases on the Web
8. Navigational Database
9. In Memory Databases
10. Document Oriented Databases
11. Real Time Databases
12. Relational Database
Keuntungan dengan adanya database manajemen system ini, antara lain: Terkontrolya kerangkapan data, terpeliharanya kekonsistenan data, data dapat dipakai bersama-sama, data dapat distandarisasikan, keamanan data terjamin, inegritas data terpelihara, dan data independence. Selain itu juga, Database berfungsi sebagai:
o Sebagai komponen utama atau penting dalam system informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
o Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
o Mengatasi kerangkapan data (redundancy data).
o Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
o Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
o Menyusun format yang standar dari sebuah data.
o Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
o Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
o Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.

Minggu, 10 April 2011

Subsitusi Efek Menurut Hicks dan Slutsky

Apa yang terjadi apabila harga satu barang turun? Tentu saja effect substitusi (efek subsitusi) dan income effect (efek pendapatan). Pada blog ini saya akan membahas tentang Substitusi Effect Hicks and Substitusi Effect Slutsky. Substitusi Effect sendiri terjadi ketika barang tersebut menjadi relative murah, sedangkan konsumen akan meningkatkan konsumsinya terhadap barang yang relative murah tersebut. Dan sebaliknya apabila harga turun. Sebagai contoh di Indonesia, mahalnya harga cabai minggu-minggu kemarin. Untuk lebih jelas tentang apa efek subsitusi, berikut teori Substitusi Effect menurut Hicks dan Slutsky:

Substitusi Effect Hicks

J.R. Hicks memandang bahwa berubahnya kombinasi konsumsi tidak dapat ditafsirkan sebagai perubahan pendapatan nyata selama perubahan tersebut terjadi di sepanjang kurva tak-acuh yang sama. Pendapatan ini kiranya mudah dipahami mengingat bahwa kombinasi konsumsi di sepanjang kurva tak-acuh memberikan tingkat kepuasan yang sama. Adalah beralasan apabila tingkat kepuasan yang sama ditafsirkan sebagai samanya pendapatan nyata konsumen.

Substitusi Effect Slutsky

Slutsky memberikan pengertian yang berbeda terhadap apa yang disebut pendapatan nyata. Ia memandang bahwa pendapatan nyata tidak berubah apabila konsumen menggunakan kombinasi konsumsi seperti sebelum adanya perubahan harga, terlepas dari persoalan apakah dengan adanya perubahan harga barang z, kombinasi tersebut merupakan titik equilibrium konsumen ataukah tidak. Dengan menggunakan tafsiran tersebut Slutsky mencoba memecah pengaruh harga menjadi dua pengaruh yaitu pengaruh pendapatan dan pengaruh substitusi.

Berbeda dengan Hicks yang menyimpulkan bahwa pengaruh substitusi berupa perubahan konsumsi barang dari titik equilibrium konsumen yang lama ke titik ekuilibrium konsumen dengan harga barang yang baru pada kurva tak-acuh yang sama, Slutsky mengartikan bahwa pengaruh substitusi sebagai perubahan konsumsi barang dari titik ekuilibrium konsumen yang lama ke titik ekuilibrium konsumen yang baru yang merupakan titik singgung garis anggaran dengan harga relative yang baru yang melalui titik ekuilibrium konsumsi sebelum ada perubahan harga barang z.
Kiranya perlu diketengahkan di sini bahwa untuk kasus yang sama hasil pengukuran total price effect akan tetap sama tidak tergantung kepada macam pendekatan yang kita pakai. Tetapi mengenai pengukuran pemecahannya ke dalam substitution effect dan income effect, pengukuran dengan menggunakan pendekatan Hicks berbeda dengan pengukuran menggunakan pendekatan Slutsky.
Kalau kita bandingkan antara dua pendekatan tersebut, konsepsi pendapatan nyata yang mendasari pendekatan Hicks lebih tepat, yang oleh karenanya biasa dikatakan bahwa pendekatan Hicks menggunakan konsepsi pendapatan nyata dalam artian pendapatan nyata yang sebenarnya, sedangkan konsepsi pendapatan nyata yang mendasari pendekatan Slutsky meskipun kurang tepat tetapi sangat mudah untuk dipergunakan dalam studi empiric, sehingga pendapatan nyata yang dipergunakan oleh Slutsky tersebut biasa disebut pendapatan nyata yang nampak.